DESA ADAT SEGENTER

Indonesia adalah negara kepulauan dengan berbagai macam budaya, suku, ras, dan agama yang ada di dalamnya. Perbedaan itu disatukan dengan adanya filsafat negara yakni “Bhineka Tnggal Ika”. Ya, Indonesia yang kaya akan kebudayaan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara umumnya, untuk menulusuri keanekaragaman yang ada di dalamnya. Sebut saja Lombok, pulau kecil dengan sejuta pesona Wisata di Lombok dan budaya yang unik ini mengundang banyak wisatawan baik lokal maupun asing untuk menjamah tiap potensi wisata yang ada. Begitu banyaknya tempat wisata yang ada di Lombok ini hingga anda harus meluangkan waktu yang lama untuk menikmati semua tempat wisata yang ada di pulau ini.

Salah satunya adalah wisata budaya Desa Adat Segenter. Desa Adat Segenter ini terletak di desa Sukadana kecamatan Bayan kabupaten Lombok Utara. Desa adat tersebut terletak sekitar 80 km dari pusat kota Mataram, kurang lebih 2 jam perjalanan. Ada 2 jalur yang bisa anda lewati menuju tempat tersebut, yakni melalui jalan raya Senggigi yang menawarkan pemandangan pantai dan jajaran resort berbintangnya serta jalan raya Pusuk yang menyejukan dan menghibur dengan adanya kumpulan monyet di hutan Pusuk. Pemandangan yang akan sangat di sayangkan untuk dilewati.

Desa Adat Segenter ini merupakan desa adat suku Sasak, yakni suku asli Pulau Lombok. Suku yang masih kental akan budayanya. Ketikaberada didesa ini anda akan di buat kagum dengankeasrian yang ada di Desa Adat Segenter ini. Tatanan letak rumah yang penuh filosofi terkandung didalamnya. Rumah – rumah yang ada di desa adat ini semuanya terut dari bambu. Mulai dari tiangnya, pusuk dindingnya, serta perkakas rumah dan tempat – tempat barang berharga pun terbuat dari bambu. Atap dari rumah adat ini pun masih terbuat dari daun alang –alang yang di ambli dri kebun yang ada di sekitar desa itu. Selain itu, untuk lantainya pun masih terbuat dari batu dantanah. Uniknya di desa ini,pra warganya menggunakan kotoran sapi untuk mengepel lantai rumahnya. Memang terlihat kurang etis, tapi jangan salah, banyak wisatawan yang sengaja mencoba pengalaman unik ini ketika singgah di desa adat Segenter Sungguh suasana yang benar –benar menyatu dengan alam.

Tak hanya itu. Suku Sasak desa Segenter ini ternyata telah mengenal sistem tata ruang sejak dulu. Sebelum memasuki kawasan desa, pengunjung akan melewati gerbang yang berada setelah plasa Selamat Datang, yang di bangun oleh pemerintah daerah. Gerbang itu merupakan satu satunya akses keluar masuk desa adat Segenter. Di sebelah barat, terdapat sebuah bangunan yang berfungsi sebagai pusat informasi. Selain itu, kearifan tata ruang warga pun dibuktikan dengan motif arsitektur yang tak lepas dari filosofi kehidupan sosial mereka. Selain itu, tata ruangnya pun terlihat dari kearifan warganya. Warga desa Segenter menata ruang pemukimanya. Ketika memasuki kawasan desa Segenter, pengunjung akan menemui deretan rumah adat yang tertata rapi dan mengapit deretan berugak yang berada di tengah. Biasanya, satu generasi mendirikan rumah di dalam satu area. Rumah orang tua terletak di sebelah timur, sedangkan yang muda atau anak-anaknya menempati yang berada di depan rumah orang tuanya. Kedua rumah tersebut saling berhdapan yang di pisahkan sebuah berugak yang berada di tengah. Bila dalam suatu keluaraga memiliki anak lebih dari satu, anak yang lebih kecil menempati rumah yang berada di sebelah utara rumah si kakak. Dan lumbungnya di tempatkan pada tempat yang memungkinkan begitupun seterusnya jika dalam keluarga memiliki banyak anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s